Anda mungkin sering mendengar kabar bahwa bekerja di negeri orang jauh lebih menguntungkan dan bergengsi. Namun, pernahkah Anda berpikir apa saja risiko kerja di luar negeri? Mengingat hal tersebut, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pun disarankan untuk mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja migran.
Sebab, melalui program tersebut, pekerja akan mendapatkan perlindungan di situasi tak terduga. Manfaat yang dapat diterima meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. Bentuknya pun dapat berupa pelayanan kesehatan, santunan, hingga beasiswa.
6 Risiko Kerja di Luar Negeri
Jangan mengira bahwa mencari nafkah di negara asing itu mudah dan tanpa risiko. Berikut berbagai bahaya yang selalu mengintai kaum TKI di luar negeri.
1. Eksploitasi di Tempat Kerja
Kabarnya, ada beragam negara tujuan TKI seperti Taiwan, China, dan Uni Emirat Arab yang senang mengeksploitasi golongan pekerja migran. Eksploitasi tersebut dapat berbentuk jam kerja yang sangat panjang, upah dibawah standar, hingga kontrak karyawan yang tidak adil dan memberatkan.
2. Tidak Adanya Perlindungan Hukum
Risiko kerja di luar negeri ini paling banyak dialami oleh kaum TKI ilegal. Bahkan, ada beberapa negara di dunia yang sama sekali tidak memberi perlindungan hukum kepada semua jenis pekerja migran.
Dalam Jurnal Dimensi Hukum, pekerja migran, khususnya di negara-negara Timur Tengah, menghadapi banyak masalah karena tidak ada perlindungan yang memadai. Karena itu, carilah negara tujuan yang menjamin hak asasi serta perlindungan untuk pekerja migran.
3. Diskriminasi Terhadap Kaum Migran
Kasus-kasus diskriminasi yang menimpa pekerja migran sudah banyak diberitakan. Anda pun akan berisiko mendapat perlakuan kasar di luar negeri apabila memiliki skill yang rendah dan tidak memahami budaya lokal. Selain itu, jika tidak mengerti bahasa warga setempat, tentu Anda akan kesulitan mencari nafkah di sana.
4. Janji-Janji Manis yang Membawa Petaka
Inilah risiko kerja di luar negeri yang telah memakan korban hingga ribuan TKI. Ada banyak sekali pelaku penipuan lowongan karir yang menawarkan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi dan fasilitas mewah. Nyatanya, Anda tidak mendapat apa-apa kecuali kerugian materi dan psikis.
5. Tekanan Fisik dan Mental
Tekanan fisik yang dapat Anda alami sebagai seorang TKI di antaranya ialah rasa lelah yang terus-menerus, gangguan alergi, hingga profesi yang berbahaya. Selain itu, risiko kerja ini juga mencakup tekanan mental, seperti rasa sepi dan homesick hingga benturan budaya (culture shock).
6. Biaya Hidup yang Tidak Sedikit
Risiko terakhir ini seringkali orang anggap enteng karena mengira bahwa gaji di luar negeri pasti besar, padahal belum tentu. Biaya hidup Anda sebagai TKI bukan sekadar tiket transportasi saja, tetapi juga biaya makan, pelatihan, tempat tinggal, dan pengurusan dokumen visa.
Sudah Tahu Apa Saja Risiko Kerja di Luar Negeri?
Seseorang yang mencari nafkah di negeri orang belum tentu dapat mendulang sukses dalam waktu singkat. Ada banyak rintangan yang wajib Anda waspadai jika mengajukan diri sebagai TKI. Supaya memiliki perlindungan dari bahaya-bahaya tersebut, siapkan diri Anda dengan matang!
Salah satu caranya ialah dengan mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja migran. Layanan BPJS ini berfungsi melindungi TKI dari segala macam risiko, baik itu kecelakaan kerja, kematian, maupun hari tua. Selain itu, Anda juga akan mendapat perlindungan hukum terhadap eksploitasi di tempat kerja. Yuk, daftar!